Selasa, 28 Desember 2010

MENDATANGI KIYAI YANG TAHU TENTANG GHOIB

Malaikat Manusia
dan Jin Tidak Dapat
Mengetahui yg Ghaib
Istilah “penampakan”
kian akrab di telinga
masyarakat kita akhir-
akhir ini. Bagaimana
pandangan syariat
menyoroti hal ini?
Bagaimana pula dgn
keyakinan bahwa
sebagian manusia bisa
mengetahui hal-hal
ghaib? Simak bahasan
berikut!
Mempercayai hal-hal yg
ghaib merupakan salah
satu syarat dari benar
keimanan. Allah
Subhanahu wa Ta ’ala
berfirman:
“ Alif laam miim. Kitab ini
tdk ada keraguan pada
petunjuk bagi mereka yg
bertakwa. mereka yg
beriman kepada yg ghaib
yg mendirikan shalat dan
menafkahkan sebagian
rizki yg Kami
anugerahkan kepada
mereka. Dan mereka yg
beriman kepada Kitab yg
diturunkan kepadamu
dan kitab-kitab yg telah
diturunkan sebelummu.
Serta mereka yakin akan
ada akhirat. Mereka
itulah yg tetap mendapat
petunjuk dari Rabb
mereka dan merekalah
orang2 yg beruntung.”
Ghaib adl segala sesuatu
yg tersembunyi dan tdk
terlihat oleh manusia
seperti surga neraka dan
apa yg ada di dlm alam
malaikat hari akhir alam
langit dan yg lain yg tdk
bisa diketahui manusia
kecuali bila ada
pemberitaan dari Allah
Subhanahu wa Ta ’ala.
Alam jin dan wujud jin
dlm bentuk asli seperti yg
telah Allah Subhanahu wa
Ta ’ala ciptakan adl ghaib
bagi kita. Namun
golongan jin dapat
berubah-ubah bentuk –
dengan kekuasaan Allah
Subhanahu wa Ta ’ala–
dan amat mungkin bagi
mereka melakukan
penampakan sehingga
kita dapat melihat dlm
wujud yg bukan aslinya.
Allah Subhanahu wa
Ta’ala berfirman:
“Sesungguh ia dan
pengikut-pengikut
melihat kamu dari suatu
tempat yg kamu tdk bisa
melihat mereka. ”
Dari Abu As-Sa`ib maula
Hisyam bin Zuhrah beliau
bercerita bahwa diri
pernah berkunjung ke
rumah Abu Sa ’id Al-
Khudri radhiallahu ‘anhu
katanya: “Aku mendapati
tengah mengerjakan
shalat akupun duduk
menunggu hingga beliau
selesai. Tiba-tiba aku
mendengar ada gerakan
pada bejana tempat
minum yg ada di pojok
rumah. Aku menoleh ke
arah dan ternyata ada
seekor ular. Aku segera
meloncat utk membunuh
namun Abu Sa ’id memberi
isyarat kepadaku agar
aku duduk. Ketika ia
selesai dari shalat ia
menunjuk ke sebuah
rumah yg ada di kampung
itu sambil berkata:
‘Apakah engkau lihat
rumah itu?’ ‘Ya’ jawabku.
Ia kemudian menuturkan
‘ Dahulu yg tinggal di
rumah itu adl seorang
pemuda yg baru saja
menjadi pengantin. Kala
itu kami berangkat
bersama Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa
sallam ke Khandaq dan
pemuda itupun ikut
bersama kami. Saat
tengah hari pemuda itu
meminta izin kepada
Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam utk
pulang menemui istrinya.
Rasulullah Shallallahu
‘ alaihi wa sallam
mengizinkan sambil
berpesan: ‘Bawalah
senjatamu krn aku
khawatir engkau
bertemu dgn orang2 dari
Bani Quraidhah. ’ Pemuda
itu mengambil senjata
kemudian pulang
menemui istrinya. Setiba
di rumah ternyata istri
sedang berdiri di antara
dua daun pintu. Ia
mengarahkan tombak
kepada istri utk melukai
krn merasa cemburu krn
istri berada di luar
rumah. Istri berkata
kepadanya: “Tahan dulu
tombakmu dan masuklah
ke dlm rumah sehingga
engkau akan tahu apa yg
menyebabkan aku sampai
keluar rumah !”
Pemuda itu masuk dan
ternyata terdapat seekor
ular besar yg melingkar
di atas tempat tidur.
Pemuda itu lantas
menghunuskan tombak
dan menusukkan pada
ular tersebut. Setelah itu
ia keluar dan
menancapkan tombak di
dinding rumah. Ular itu
menyerang dan terjadilah
pergumulan dgn ular
tersebut. Tidak diketahui
secara pasti mana di
antara kedua yg lbh
dahulu mati ular atau
pemuda itu. ’
Abu Sa’id radhiallahu
‘anhu melanjutkan
ceritanya: ‘Kami
menghadap Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa
sallam dan melaporkan
kejadian itu kepada dan
kami sampaikan kepada
beliau: ‘Mohonlah kepada
Allah agar menghidupkan
demi kebahagiaan kami. ’
Beliau menjawab:
‘ Mohonlah ampun utk
shahabat kalian itu!’
Selanjut beliau bersabda:
‘ Sesungguh di Madinah
terdapat golongan jin yg
telah masuk Islam mk jika
kalian melihat sebagian
mereka –dalam wujud
ular– berilah peringatan
tiga hari. Dan apabila
masih terlihat olehmu
setelah itu bunuhlah ia
krn sebenar dia adl
setan. ” 1
Para Rasul Tidak
Mengetahui yg Ghaib
Telah disebutkan sebelum
bahwa sekumpulan jin
datang kepada Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa
sallam kemudian
mendengarkan bacaan
Al-Qur`an. Ketika itu
Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam tdk
mengetahui kehadiran
mereka kecuali setelah
sebuah pohon
memberitahu –dan Allah
Subhanahu wa Ta’ala
Maha Kuasa utk
menjadikan pohon dapat
berbicara – seperti yg
disebutkan Al-Imam Al-
Bukhari dlm Shahih- dari
shahabat Ibnu Mas ’ud
radhiallahu ‘anhu. Ini
menunjukkan bahwa
beliau tdk mengetahui
perkara ghaib kecuali yg
telah Allah Subhanahu wa
Ta ’ala kabarkan.
Allah Subhanahu wa
Ta ’ala berfirman:
“Katakanlah: ‘Aku tdk
mengatakan kepadamu
bahwa perbendaharaan
Allah ada padaku dan tdk
pula aku mengetahui yg
ghaib dan tdk pula aku
mengatakan kepadamu
bahwa aku seorang
malaikat. Aku tdk
mengetahui kecuali apa
yg diwahyukan
kepadaku. ’ Katakanlah:
‘Apakah sama orang yg
buta dgn orang yg
melihat ?’ mk apakah
kamu tdk
memikirkannya?”
Allah Subhanahu wa
Ta ’ala juga berfirman:
“Katakanlah: ‘Aku tdk
berkuasa menarik
kemanfaatan bagi diriku
dan tdk pula menolak
kemudharatan kecuali yg
dikehendaki Allah. Dan
sekira aku mengetahui yg
ghaib tentulah aku
berbuat kebajikan
sebanyak-banyak dan aku
tdk akan ditimpa
kemudharatan. Aku tdk
lain hanyalah pemberi
peringatan dan pembawa
berita gembira bagi
orang2 yg beriman ’.”
Para Malaikat Tidak
Mengetahui yg Ghaib
Kendatipun para
malaikat adl mahluk yg
dekat di sisi Allah
Subhanahu wa Ta ’ala
namun utk urusan ghaib
ternyata mereka pun tdk
mengetahuinya. Allah
Subhanahu wa Ta ’ala
berfirman saat pertama
kali hendak menciptakan
manusia
“ Dan ingatlah ketika
Rabbmu berfirman
kepada para malaikat:
‘ Sesungguh Aku hendak
menjadikan seorang
khalifah di muka bumi.’
Mereka berkata:
‘ Mengapa Engkau hendak
menjadikan di bumi itu
orang yg akan membuat
kerusakan pada dan
menumpahkan darah
padahal kami senantiasa
bertasbih dgn memuji
Engkau dan mensucikan
Engkau ?’ Allah berfirman
‘Sesungguh Aku
mengetahui apa yg kamu
tdk ketahui. ’ Dan Dia
mengajarkan kepada
Adam nama-nama seluruh
kemudian
mengemukakan kepada
para Malaikat lalu
berfirman: ‘Sebutkanlah
kepada-Ku nama benda-
benda itu jika kamu
memang orang2 yg
benar !’ Mereka
menjawab: ‘Maha Suci
Engkau tdk ada yg kami
ketahui selain dari apa yg
telah Engkau ajarkan
kepada kami. Sesungguh
Engkaulah Yang Maha
Mengetahui lagi Maha
Bijaksana’.”
Kaum Jin Tidak
Mengetahui yg Ghaib
Banyak sekali orang yg
tertipu dan keliru
kemudian mengira jika
bangsa jin mengetahui yg
ghaib terutama bagi
mereka yg terjun dlm
kancah sihir dan
perdukunan. Akibat
kepercayaan dan
ketergantungan mereka
terhadap jin sangatlah
besar sehingga
menggiring mereka
kepada kekufuran.
03 September jam 20:24 · Suka
Tanya Jawab Masalah
Islam Padahal Allah
Subhanahu wa Ta’ala dgn
tegas telah
mementahkan anggapan
ini dlm firman-Nya:
“ Maka tatkala Kami
telah menetapkan
kematian Sulaiman tdk
ada yg menunjukkan
kepada mereka kematian
itu kecuali rayap yg
memakan tongkatnya.
mk tatkala ia tersungkur
tahulah jin itu bahwa
kalau sekira mereka
mengetahui yg ghaib
tentulah mereka tdk
tetap dlm siksa yg
menghinakan.”
Manusia Tidak Dapat
Mengetahui Alam Ghaib
Jika para rasul yg
merupakan utusan Allah
Subhanahu wa Ta ’ala dlm
menyampaikan syariat-
Nya kepada manusia tdk
mengetahui hal yg ghaib
sedikitpun mk sudah
tentu manusia secara
umum tdk ada yg dapat
mengetahui alam ghaib
atau menjangkau
batasan-batasannya.
Allah Subhanahu wa
Ta ’ala hanya
memerintahkan agar
mengimani perkara yg
ghaib dgn keimanan yg
benar.
Keyakinan seperti ini
agak sudah mulai
membias. Apalagi saat ini
banyak sekali orang yg
menampilkan diri sebagai
narasumber utk urusan-
urusan yg ghaib mampu
menjawab pertanyaan-
pertanyaan terkait dgn
masa depan seseorang
dari mulai jodoh karir
bisnis atau yg lainnya.
Kata ‘dukun’ barangkali
sekarang ini jarang
didengar dan bahkan
serta merta mereka akan
menolak bila dikatakan
dukun. Dalih apalagi
kalau bukan seputar
“Kami tdk meminta
syarat-syarat apapun
kepada anda ” “Kami tdk
menyuruh memotong
ayam putih ” dan
sebagainya. Padahal
praktek seperti itu adl
praktek dukun juga. Beda
dukun sekarang ini
berpendidikan sehingga
bahasa yg digunakan pun
bahasa-bahasa ilmiah
sehingga mereka jelas
enggan disebut dukun.
Tak ada seorang pun yg
dapat melihat dan
mengetahui perkara
ghaib menentukan ini dan
itu terhadap sesuatu yg
belum dan akan terjadi di
masa datang. Jika toh
bisa itu semata-mata
bantuan dan tipuan dari
setan sehingga dusta bila
itu dihasilkan dari latihan
dan olah jiwa.
Allah Subhanahu wa
Ta ’ala berfirman:
“Dan sesungguh Iblis
telah dapat membuktikan
kebenaran sangkaan
terhadap mereka lalu
mereka mengikuti
kecuali sebahagian
orang2 yg beriman. Dan
tdk adl kekuasaan Iblis
terhadap mereka
melainkan hanyalah agar
Kami dapat membedakan
siapa yg beriman kepada
ada kehidupan akhirat
dari siapa yg ragu-ragu
tentang hal itu. Dan
Rabbmu Maha
Memelihara segala
sesuatu. ”
Ada pula sebagian
manusia yg memiliki
aqidah rusak di mana
mereka meyakini ada
sebagian orang yg
keberadaan ghaib dari
pandangan manusia dan
biasa identik dgn orang2
yg dianggap telah suci
jiwanya. Mereka
mengistilahkan dgn roh
suci atau rijalul ghaib.
Ketahuilah bahwa tdk
ada istilah manusia ghaib.
Tidak ada pula istilah
rijalul ghaib di tengah-
tengah manusia. Rijalul
ghaib itu tiada lain adl
jin. Allah Subhanahu wa
Ta ’ala berfirman:
“Dan bahwasa ada
beberapa orang laki2 di
antara manusia meminta
perlindungan kepada
beberapa laki2 di antara
jin mk jin-jin itu
menambah bagi mereka
dosa dan kesalahan.”
Alam ghaib tetaplah
ghaib sesuatu yg tdk bisa
diketahui dan dilihat
manusia kecuali apa yg
telah Allah Subhanahu wa
Ta ’ala beritakan.
Allah Subhanahu wa
Ta ’ala berfirman:
“ Yang Mengetahui yg
ghaib mk Dia tdk
memperlihatkan kepada
seorangpun tentang yg
ghaib itu. Kecuali kepada
rasul yg diridhai-Nya mk
sesungguh Dia
mengadakan penjaga-
penjaga di muka dan di
belakangnya. ”
Kunci-kunci Ghaib adl
Milik Allah Subhanahu wa
Ta ’ala Semata
Sesungguh tdk ada
seorangpun yg
mengetahui perkara
ghaib dan hal-hal yg
berhubungan dengan
kecuali Allah Subhanahu
wa Ta’ala. Dan Allah
Subhanahu wa Ta’ala
telah banyak
menegaskan hal ini dlm
Al-Qur`an. Allah
Subhanahu wa Ta ’ala
berfirman:
“ Katakanlah: ‘Tidak ada
seorangpun di langit dan
di bumi yg mengetahui
perkara yg ghaib kecuali
Allah ’ dan mereka tdk
mengetahui bila mereka
akan dibangkitkan. ”
Allah Subhanahu wa
Ta ’ala berfirman:
“Sesungguh Allah hanya
pada sisi-Nya sajalah
pengetahuan tentang
Hari Kiamat dan Dialah
yg menurunkan hujan dan
mengetahui apa yg ada
dlm rahim. Dan tiada
seorangpun yg dapat
mengetahui apa yg akan
diusahakan besok. Dan
tiada seorangpun yg
dapat mengetahui di
bumi mana dia akan mati.
Sesungguh Allah Maha
Mengetahui lagi Maha
Mengenal. ”
Allah Subhanahu wa
Ta ’ala juga berfirman:
“Yang demikian itu ialah
Rabb Yang mengetahui yg
ghaib dan yg nyata Yang
Maha Perkasa lagi Maha
Penyayang. ”
Dalam ayat lainnya:
“ Allah berfirman
‘Bukankah sudah Aku
katakan kepadamu
bahwa sesungguh Aku
mengetahui rahasia
langit dan bumi dan
mengetahui apa yg kamu
lahirkan dan apa yg kamu
sembunyikan?’.”
Banyak sekali dalil-dalil
yg berhubungan dgn
masalah ini. Namun
mungkin yg disebutkan di
sini sudah dapat mewakili
bahwa Allah-lah yg
mengetahui hal ihwal
alam ghaib. Sedangkan
manusia tdk ada yg bisa
mengetahui dan melihat
kecuali apa-apa yg telah
Allah Subhanahu wa
Ta’ala kuasakan.
Mudah-mudahan semua
uraian-uraian di atas
bermanfaat bagi kita
semua. Amin yaa Mujiibas
sa`iliin.
Wal ’ilmu ‘indallah.
1 Terjadi perbedaan
pendapat dlm hal
membunuh ular yg
berada di rumah.
Sebagian ulama
berpendapat bahwa
pemberian peringatan
terlebih dahulu itu hanya
berlaku di Madinah
adapun di tempat selain
bisa langsung dibunuh. Ini
adl pendapat Al-Imam
Malik dan yg dikuatkan
oleh Al-Maziri. Sebagian
yg lain berpendapat
bahwa pemberian
peringatan terlebih
dahulu bersifat umum
bukan hanya di Madinah.
Kecuali ular Al-Abtar
yakni yg berekor pendek
dan Dzu Thufyatain yg
mempunyai dua garis
lurus berwarna putih di
punggung boleh langsung
dibunuh walaupun di
rumah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar